Peringatan! 5 Jenis Makanan Ini Berbahaya Jika Dimakan Mentah

Table of Contents

JAKARTA, Banyak individu gemar mengonsumsi hidangan mentah berkat keunikan dalam hal tekstur dan rasanya. Mengkonsumsi produk olahan tanpa memasak kerap kali disebutkan sebagai cara untuk meningkatkan asupan gizi, karena dipercaya bahwa metode pengolahan dengan panas bisa merusak beberapa jenis vitamin serta mineral.

Tidak mengherankan, gaya hidup konsumsi makanan mentah seperti sushi, salad segar, atau jus dengan bahan utama sayur-sayuran menjadi semakin trendi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua tipe pangan cocok untuk disantap dalam keadaan belum dimasak.

Banyak zat dalam beberapa makanan sebenarnya memiliki toksin alami, bakteria, atau parasit yang baru bisa dinonaktifkan lewat tahap pemanasan. Mengkonsumsi aneka variasi hidangan mentah tersebut dapat memicu masalah pada sistem pencernaan bahkan hinggga kekerasuan tertentu.

Dikutip dari laman Healthshots Berikut ini adalah sejumlah jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah.

1. Daging unggas

Daging unggas sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang karena dapat mengandung bakteri salmonella. Jenis daging ini termasuk dari hewan seperti ayam, bebek, dan kalkun yang cukup sensitif terhadap kontaminasi tersebut.

Melansir laman Cleveland Clinic Bakteri salmonella bisa merusak serta menghancurkan sel-sel dalam usus. Hal tersebut membuat tubuh kesulitan menyerap air, yang pada gilirannya menyebabkan kejang perut sampai diare.

2. Kecambah

Kecamba termasuk dalam jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tanaman ini cukup berisiko terhadap kontaminasi bakteri seperti Salmonella, Listeria, dan Escherichia coli (E.coli).

Bakteri-bakteri tersebut bisa mengakibatkan terjadinya infeksi pada sistem pencernaan, dengan ciri-ciri seperti diare, rasa mual, muntahan, dan demam.

3. Susu

Susunya perlu melewati tahap pemanasan atau disebut juga sebagai proses pasteurisasi. Pasteurisasi ini berarti memanaskan susu pada temperatur dan durasi yang spesifik dengan tujuan untuk menghilangkan mikroorganisme penyakit tanpa mereduksi kandungan nutrisi di dalamnya.

Langkah ini bukanlah proses sterilisasi, oleh sebab itu zat gizi seperti protein, kalsium, serta vitamin masih dipertahankan. Ini sangat diperlukan lantaran susu rentan terhadap kontaminasi dari mikroorganisme berbahaya semacam salmonella, Escherichia coli atau E. Coli, Liberibacteria, dan Campylobacter.

Bakteri-bakteri itu bisa mengakibatkan tanda-tanda keracunan, meliputi mual, panas badan, nyeri perut, serta diare. Dalam kondisi serius, mikroba pada susu tak dipasteurisasi ini berpotensi memicu gagal ginjal, kehilangan janin, hingga kematian.

4. Kentang

Mengonsumsi kentang dalam keadaan mentah bisa menimbulkan perut buncit serta gangguan pada sistem pencernaan. Ini disebabkan oleh adanya pati di dalam kentang yang cukup rumit untuk didekomposisi.

Periksa pula kentang segar yang disimpan selama bertahun-tahun di tempat dengan suhu panas dan kelembaban tinggi. Kentang bisa berubahwarna menjadi hijau dan menghasilkan zat beracun bernama solanin.

5. Kacang merah

Kacang merah tentu saja memiliki kadar protein, serat, serta antioksidan yang tinggi. Akan tetapi, disarankan agar jangan mengkonsumsinya dalam keadaan mentah karena dapat menimbulkan masalah pada sistem pencernaan.

Kacang merah yang belum matang juga memiliki senyawa phytohemagglutinin berbahaya yang dapat menyebabkan gejala keracunan pangan.





Posting Komentar