Apakah Kopi Menaikkan Kolesterol? Beginilah Pendapat Para Ahli

Table of Contents

- Beberapa studi telah mengungkap dampak yang mencengangkan dari konsumsi kopi, termasuk pengoptimalan fungsi otak dan penurunan risiko terkena beberapa penyakit.

Walau demikian, berdasarkan laporan naratif tahun 2023 yang dipublikasikan di jurnal Ochsner, sejumlah zat tertentu seperti cafestol dan kahweol diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Ke dua zat tersebut dijumpai pada minyak kopi dan disebut sebagai diterpene.

Cafestol dan kahweol dipercaya bisa meningkatkan kadar kolesterol buruk alias Low Density Lipoprotein (LDL). Kedua senyawa ini diduga menahan kapabilitas alamiah tubuh dalam mengolah serta membuang kolesterol.

Maka, adakah seluruh tipe kopi dapat meningkatkan kadar kolesterol?

Proses pengolahan kopi bisa berpengaruh pada tingkat kolesterol.

Berdasarkan penelitian tahun 2022 yang dipublikasi di jurnal Open Heart, minum kopi dapat memengaruhi tingkat kolesterol seseorang berdasar beberapa elemen. Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah metode pengolahannya.

Pada penelitian itu, tim riset memeriksa pola konsumsi kopi sebanyak lebih dari 21.000 relawan dan mendapati bahwa individu yang menyajikan kopi dengan metode direbus atau diseduh cenderung berisiko lebih tinggi terhadap kadar kolesterol tinggi dibandingkan mereka yang menggunakan penyaring untuk membuat kopinya.

Penjelasan ini berdasarkan fakta bahwa penyaring kopi mencegah minyak yang memiliki zat diterpene dari mencapai cangkir Anda.

Tidak demikian, sebab mengrebus kopi seperti cold brew Diciptakan tanpa penyaringan, kopi ini kurang memiliki lapisan perlindungan yang bisa menghalangi zat-zat penebal kadar kolesterol.

Di samping itu, penelitian yang dirilis di jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases pada tanggal 20 Februari 2025 pun menghasilkan temuan sejalan.

Studi yang direalisasikan oleh para ilmuwan dari Swedia tersebut mengevaluasi tingkat diterpene pada kopi yang diseduh menggunakan beberapa jenis alat pembuatan kopi populer serta metode seduhan lainnya.

Mereka menyadari bahwa proses memasak kopi yang dilakukan mereka menjadi alasan untuk peningkatan kadar kolesterol ketika mengonsumsi kopi.

"Kami menganalisis 14 jenis mesin kopi dan menemukan bahwa jumlah senyawa tersebut jauh lebih tinggi dalam kopi yang dihasilkan oleh mesin-mesin ini daripada kopi yang diseduh menggunakan filter kertas konvensional," ungkap David Iggman, seorang ahli nutrisi klinik dari Universitas Uppsala, Swedia.

"Dari hasil ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa tahap pemfilteran sungguh-sungguh berperan besar dalam menghilangkan komponen-komponen yang bisa meningkatkan kadar kolesterol pada kopi," jelasnya.

Iggman menyebutkan bahwa menukar penggunaan kopi mesin dengan kopi saring menggunakan kertas bisa menurunkan kadar kolesterol LDL. Hal ini juga berarti peningkatan perlindungan terhadap risiko penyakit jantung koroner akibat aterosklerosis hingga 13% dalam kurun waktu lima tahun, serta mencapai penurunan risiko sekitar 36% setelah empat dekade.

Memilih jenis biji kopi dapat memengaruhi tingkat kolesterol.

Di luar teknik seduhan, elemen tambahan yang bisa berdampak pada kemungkinan meningkatkan kadar kolesterol dalam kopi adalah jenis biji kopi yang dipilih.

Sebagai contoh, biji kopi arabika memiliki kadar diterpena yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis robusta, serta biji kopi yang digoreng dengan suhu rendah cenderung memiliki jumlah diterpene yang lebih melimpah dibandingkan dengan yang digoreng dengan intensitas panas lebih tinggi.

Bukan hanya itu saja, proses pengolahan serta pemilihan biji kopi, beserta dengan takaran minum kopi setiap hari, juga perlu menjadi pertimbangan agar bisa menghindari peningkatan kadar kolesterol.

Studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada tahun 2023 dan melibatkan 9.009 partisipan mengungkapkan bahwa individu yang meminum antara 3 hingga 4 cangkir kopi per harinya berpotensi memiliki risiko dua kali lipat terhadap peningkatan kadar LDL darah jika dibandingkan dengan mereka yang hanya minum sedikit, yaitu kurang dari tiga cangkir sehari.

Permasalahan bisa muncul pada individu yang meminum lebih dari 4 cangkir sehari.

Hal ini disebabkan oleh kemungkinan mereka memiliki kadar LDL yang tinggi, naik hampir enam kali lebih banyak daripada pengonsumsi kopi dalam jumlah sedikit.

Apabila ada orang yang tengah memantau tingkat kolesterolnya, lebih baik memilih kopi yang telah difilter.

Namun demikian, penting juga untuk memperhatikan hal-hal yang dimasukkan ke dalam cangkir kopi Anda. Karena, penambahan bahan seperti krimer, susu, atau krim bisa menaikkan risiko kadar kolesterol dalam tubuh.





Posting Komentar